spacer
spacer
 

Google Adsense

DOLLAR GRATIS

SUPPORT BY

Diginet WISP

PDF Print E-mail
Rabu, 19 Maret 2008
Persaingan usaha pengecer pulsa elektrik  memang semakin sengit. Tapi, masih banyak peluang untuk pendatang baru. Cuma, karena margin keuntungannya tipis, Anda harus bisa menggenjot omzet setinggi-tingginya. Sejak krisis ekonomi mendera negeri kita, banyak bidang bisnis yang terpuruk, stagnan, atau bahkan mati dan bangkrut. Tapi, ternyata tak semua bidang bisnis mengalami nasib yang mengenaskan itu.

Ada satu bisnis yang justru berkembang pesat. Bisnis ini tak lain adalah bisnis pulsa elektrik. Ya, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah kios penjual pulsa ponsel terus nongol bak cendawan di musim hujan. Hampir di setiap kios, ruko, pasar, perumahan, perkantoran, dan pengkolan jalan selalu saja ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa ponsel. Bahkan, bukan hal yang aneh jika beberapa teman Anda mungkin juga berjualan pulsa elektrik di kantor/ kampus/ sekolah dll.. Fenomena ini muncul karena industri ponsel di Indonesia memang berkembang sangat pesat. Setiap tahun jumlah pemilik ponsel terus bertambah dan sekarang sudah mencapai puluhan juta orang. Mengingat peluang pasarnya masih terbuka lebar, operator-operator Telekomunikasi baru juga terus bermunculan. Sudah begitu, setiap operator biasanya juga memiliki beberapa produk sekaligus. Misalnya, selain IM3, PT Indosat Juga memiliki produk Matrix dan StarOne. Kemudian, PT.Telkomsel memiliki produk( Simpati, Kartu AS, Dan Halo ) . Selain itu di pasar masih ada Pro XL, Fren (Mobile-8), Esia ( Bakrie Telecom) DLL Jika melihat gambaran ini, bukan hal yang aneh jika permintaan pulsa / pulsa elektrik Untuk ponsel juga semakin membengkak dr tahun ke tahun. Peningkatannya bisa mencapai sekitar 40% ( berdasarkan nilai transaksi).

WOW....bukan angka yang kecil. Ketika permintaan pulsa elektrik terus bertambah, jumlah penjualnya pun juga ikut bertambah. Sayang........ dong, kalau peluang nan gurih itu dilewatkan.  Dulu, ketika baru ada voucher fisik, pedagang hanya bisa menjual pulsa dalam pecahan Rp 100.000, atau Rp 50.000. Sekarang, mereka bisa menjual pulsa elektrik dengan nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, dan bahkan Rp 5.000.

  "Pokoknya voucher ini sekarang sudah benar-benar menjadi komoditas" Dengan pecahan yang semakin kecil, otomatis perputaran duit pada pemilik gerai pulsa juga semakin cepat. Walhasil, karena jumlah transaksi yang terjadi semakin banyak, mereka juga memiliki peluang semakin banyak untuk mengantongi keuntungan.

  Nah, apakah Anda sudah ikut mencicipi manisnya bisnis pulsa elektrik ? Jika belum, tak perlu khawatir. Betul, jumlah gerai penjualan pulsa yang sudah sangat banyak memang membuat tingkat persaingan di bisnis ini sangat tinggi. Tapi, selama jumlah pengguna ponsel masih terus bertambah, rezeki dari pulsa ponsel juga belum habis. Hanya, sebelum mulai menggelontorkan modal, sebaiknya Anda mengenal seluk-beluk bisnis pulsa tersebut terlebih dahulu. Di mana peluang untuk Anda? Sebenarnya, Anda bebas memilih salah satu posisi di dalam rantai distribusi tersebut; bisa menjadi Supllier Voucher, dealer Voucher , ataupun pengecer Yang Lebih Dikenal Dengan Nama Agen Voucher Ataupun Retailer Voucher. Masalahnya, untuk bisa menjadi Suplier Voucher Elektronik, prosesnya tidak mudah. "Kita mengajukan kepada operator, disurvei, dan ada jangka waktu percobaan. Kalau menunjukkan kinerja yang baik atau perkembangan yang bagus, barulah dikasih kesempatan. Jika sudah lulus, Suplier akan memperoleh jatah pulsa secara rutin dari operator. Sistemnya adalah sistem diskon. Maksudnya, pihak operator akan menjual pulsa-nya kepada distributor dengan harga yang sedikit lebih rendah dari harga nominalnya. "Diskon yang diberikan Indosat sekitar 5%-7%,". Selanjutnya, distributor menjual voucher pulsa tersebut dengan memasang margin tertentu. Tapi, marginnya juga tak bisa tinggi-tinggi amat., paling banter distributor mengambil untung sekitar Rp 100 - 500 per voucher.

  Problem lainnya, karena bermain dalam partai besar, seorang Distributor/ Suplier harus menyediakan modal yang besar. Daripada pusing-pusing memikirkan semua tetek-bengek itu, Anda bisa memilih posisi yang ujung. Yakni, menjadi Dealer Ataupun Sebagai pengecer. Posisi yang dua ini tak membutuhkan modal besar. "Tapi, keuntungan yang bisa diperoleh penjual akhir, yang berhadapan langsung dengan pembeli ini, justru paling besar.

  Jika ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar, tentu saja, Anda harus memperbesar skala usaha. Untuk itu, sebaiknya Anda memiliki tempat usaha berupa kios kecil. Tentu saja lokasinya harus strategis; bisa di pinggir jalan, di dekat perumahan, dekat pasar, kantor, atau dekat sekolahan. Selain itu, Anda juga mesti menyediakan modal yang lebih besar lagi.

 Sekarang, sudah ada Distributor yang bekerja dengan hampir semua operator. Artinya, kita tinggal bekerja sama dengan satu Distributor saja dan kita sudah memperoleh pasokan voucher keluaran semua operator. Anda berminat untuk menggeluti bisnis pulsa elektrik? Sebagai usaha sampingan OK, untuk dipakai sendiri juga OK, untuk dijual lagi lebih OK. Silakan bergabung di Rumah Pulsa.

 

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 20 Mei 2008 )
 

HUBUNGI KAMI

 

CALL ONLY (NO SMS)
Telp : 0761 7733277
HP : 0812 754 5773

ONLINE SERVICE

Marketing :
CS Officer 1 :
CS Officer 2 :
CS Officer 3 :
CS Officer 4 :
CS Officer 5 :
CS Officer 6 :
YM Center :

Transaksi Bisa melalui Yahoo Messenger


YM Center :

RUMAH PULSA
Jln Rajawali Sakti
Komplek Puri Rajawali Mas Blok B/19
Pekanbaru - 28293


SMS CENTER :

XL : 0819 76 20900

AS : 0852 7864 4040

IM3 : 0856 677 6060 

DEPOSIT VIA BANK

BCA Cab Nangka Pekanbaru
Norek : 220-033-7371
A/N    : NAZRUL
 
Bank Mandiri A Yani
Norek :108-000121338-9
A/N   : NAZRUL
 
BRI Tuanku Tambusai
Norek : 0696-01-000164-50-8
A/N : NAZRUL
 
Bank Riau KCP Panam
Norek : 134-21-00945
A/N :NAZRUL
Bank Niaga Pekanbaru
Norek : 051-01-77783-11-0
A/N : Yusmawati
 
Adsense Indonesia

Pagerank

Whats Your Google PageRank?


-->